Thursday, February 18, 2010

Filosofi Cermin

Sunday, February 14, 2010 at 9:13am

Cermin adalah salah satu benda yang sering digunakan untuk menunjukkan suatu peribahasa atau juga ungkapan dalam budaya manusia. Buruk rupa cermin dibelah, kita harus sering "bercermin", sikap merupakan "cerminan" hati dan lainnya.
Filosofi cermin yang diambil adalah sesuatu yang menunjuk pada diri kita sendiri, point to ourselves, karena pada hakekatnya begitulah fungsi cermin menampilkan bayangan diri kita agar kita dapat memperbaiki apa yang perlu diperbaiki, membangun apa yang perlu dibangun.

Cuman yang agak ganjel nih...
(bukan salah orbit loh) ada ungkapan, sikap orang lain terhadap kita adalah cerminan diri kita, ungkapan itu mematuhi hukum aksi reaksi, tarik menarik (attraction), melayani dan dilayani, tabur dan panen, dan ratusan dongeng lainnya ^.^ gw setuju dengan ungkapan itu kalo mo dihargai orang lain ya harus menghargai orang lain juga... begitulah salah satu implementasinya.

Tapi entah muncul dari jaman depresi atau dari ajaran agama non sesat terbitlah ungkapan2 yg secara garis besarnya berbunyi: berhenti mendengarkan orang lain, jadilah diri sendiri... enjoy your life (gw banget)... masa depan ada di tangan anda (tag line siapa nih) dll yang mungkin timbul karena friksi dalam hubungan antar manusia yg menyebabkan kita meragukan kredibilitas cermin (orang lain) itu sendiri. Conspiracy Sista Community yang sering nonton sinetron di SCTV pasti tahu betul hal ini layaknya adegan aktris yang menolong seorang anak tetapi si ibu malah melotot dan berbicara dalam hati "..dasar perempuan jalang dia pasti berusaha merebut hati suamiku... akan ku balas nanti" jeng jeng..hahahaaha.

Yup gw setuju cermin (orang lain) menunjukkan diri kita... gw juga setuju cermin (orang lain) bersifat subyektif, dipengaruhi oleh banyak faktor latar belakang... pendidikan, ekonomi, lingkungan, adat... sehingga pada akhirnya kita memilih cermin...ya kita akan memilih cermin yg paling bagus, baik dan menyenangkan diri kita. Jika itu yang terjadi akankah kita melihat diri kita sebenarnya dari cermin yang sudah kita pilih hasinya? ..jelas tidak...karena manusia melihat apa yg ingin dia lihat dan hanya mendengar apa yang ingin ia dengar sampai akhirnya ketika kamu bercermin maka kamu akan melihat sosok orang lain (horroorrr!!!) .

Ada cermin yang selalu mengatakan sebenar-benarnya diri kamu, ia dinamakan nurani. Kawan2 yang membaca pengetahuan religi modern mengatakan ia Tuhan yang berada dalam diri kita nyangkut dalam DNA.. entahlah. Setahu gw kalo ingin melihat diri sendiri sebenar-benarnya dan memperbaiki kesalahan... lihatlah cermin yang satu itu. Dia berada dekat sekali, tidak sampai sejengkal dari benda berdegup penanda hidup matinya manusia. Suara dan gambarnya selalu ada tetapi karena pahit yang ditampilkan, tak mau kita melihatnya. Ia tidak bisa goyah... percayalah sehebat apapun kamu berdebat ia tidak berubah...sejauh apapun kamu berpaling ia tidak akan pergi...setebal dan semahal apapun pakaian yang kamu kenakan...ia selalu dapat melihat ke dalam dirimu yang telanjang... pyuhh nurani memang menyebalkan... hahahahha.

Jadi percayalah kepada cermin nurani karena... walaupun kamu sudah menghabiskan waktu berjam-jam berdandan di depan cermin dan percaya kepadanya... berjalan keluar lalu mendengarkan cermin (orang lain) yang mengatakan "mas resletingnya lom dinaikin" dan percaya kepadanya jugaa... bisa saja yang terjadi kemudian adalah... komeng muncul dari balik pohon dan berteriak SPONTAN UHHUUUYYY!!!



hahahahha jadul bgt ^^,

Readmore »»

Hidup Gak Susah

Thursday, January 28, 2010 at 6:46am

kalo salah... minta maaf
kalo malu... g usah dipikirin
kalo kesel... tinggalin
kalo di marahin... biarin
kalo dijauhin... deketin
kalo pingin... lakuin
kalo g pingin... jangan lakuin

hidup gak susah...kalo orang lain susah karena kita gak susah maka ketidaksusahan kita diusahakan untuk meniadakan kesusahan orang lain.

gak usah susah...ini cuma teori.

Readmore »»